Menerbangkan Sayap Elang dari Balik Doa: Suasana Haru Refleksi dan Doa Bersama Kelas XII SMAK St. Thomas Aquino

smaksta.sch.id, 20/02/26 – 08.43 WIB

seluruh anak kelas XII mengikuti acara refleksi dan doa bersama di aula hijau SMAK, didampingi oleh seluruh bapak/ibu guru dan karyawan. (SMAKSTA.SCH.ID/MATHIASTHEOARDI)

Editor : Mathias Theo Ardi


Tulungagung, 20 Februari 2026 – Suasana syahdu dan penuh khidmat menyelimuti lapangan serta aula SMAK Santo Thomas Aquino Tulungagung pada Kamis (19/2). Di bawah langit pagi yang tenang, seluruh siswa kelas XII berkumpul bukan sekadar untuk rutinitas sekolah, melainkan untuk menguatkan batin dalam acara Refleksi dan Doa Pagi Bersama.

Acara ini digelar sebagai bekal spiritual dan mental bagi para siswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan berjuang menghadapi rangkaian ujian akhir sekolah.

Keberagaman dalam Satu Doa

Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika moderasi beragama nampak nyata di sekolah ini. Perwakilan orang tua wali murid dari berbagai latar belakang keyakinan—Kristen, Katolik, hingga Islam—bergantian memanjatkan doa. Meski dalam bahasa dan tata cara yang berbeda, esensi permintaannya sama: memohon kekuatan, ketenangan, dan kesuksesan bagi anak-anak mereka. Isak tangis halus mulai terdengar saat lantunan doa untuk masa depan putra-putri mereka menggema di seluruh area sekolah.

Pohon Harapan: Menggantungkan Cita-Cita

Setelah sesi doa, suasana menjadi semakin personal saat prosesi “Pohon Harapan”. Setiap kelas membawa satu pohon yang menjadi simbol kehidupan dan pertumbuhan. Satu per satu siswa melangkah maju, membawa secarik kertas berisi tulisan tangan mengenai impian dan cita-cita yang ingin mereka raih.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, mereka menggantungkan harapan tersebut di dahan pohon. Pohon-pohon itu kini tidak lagi hanya berdaun hijau, tapi bermahkotakan ribuan mimpi yang siap untuk diwujudkan.

Pesan Romo Handy: Menjadi Elang yang Bervisi

Hadir memberikan penguatan, Romo Handy menyampaikan pesan yang membakar semangat sekaligus menyejukkan hati. Beliau menekankan pentingnya bagi siswa kelas XII untuk memiliki mentalitas seperti burung elang.

“Kalian harus menjadi elang, yang tidak hanya terbang tinggi, tetapi memiliki visi yang jauh ke depan. Jangan takut menghadapi badai ujian, karena elang justru menggunakan angin badai untuk terbang lebih tinggi lagi,” ujar Romo Handy dengan penuh wibawa.

Puncak Haru: Pelukan dan Maaf yang Tulus

Acara ditutup dengan prosesi bersalam-salaman yang menguras air mata. Tidak ada lagi sekat antara guru, karyawan, dan siswa. Pelukan hangat dari guru kepada muridnya, serta jabatan tangan antar sesama teman seperjuangan, membuat suasana menjadi sangat emosional.

Permohonan maaf dan restu mengalir deras. Banyak siswa yang tak kuasa menahan tangis saat menyadari bahwa masa-masa indah di sekolah akan segera berganti dengan perjuangan baru. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kerja keras mengejar nilai, ada dukungan keluarga dan sekolah yang selalu menjadi pelabuhan mereka.

Melalui refleksi ini, SMAK St. Thomas Aquino berharap para siswa kelas XII tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki mental baja dan hati yang berserah kepada Tuhan dalam menghadapi masa depan

@smak.thomas.aquino

Satu atap, satu doa, sejuta rahasia yang sebentar lagi hanya jadi cerita. Semoga sukses dijalan masing-masing kawan, meski kita tak lagi beriring AGIT ProudTobeSMAKSTA AlmamaterKebanggaan fyp scientiaetvirtus

♬ suara asli – SMAK Thomas Aquino TA – SMAK Thomas Aquino TA

Dokumentasi : smaksta.sch.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

PENETAPAN SISWA ELIGIBLE SELEKSI...
SKL (STUDI KENAL LAPANGAN) BALI

Prestasi

POV BAND
GLORY OF SMAKSTA

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman